lima langkah menulis artikel dengan mudah
Disclaimer: Pembahasan kali ini mungkin sedikit teoritis. Tetapi ini juga menjadi tantangan untuk diriku sendiri yang memang sedang di fase malas dalam menulis. Ide berlimpah ruah di kepala tapi sekedar menggerakkan jari untuk mengetik ternyata susah untuk dilakukan. Maka dari itu, artikel kali ini aku gunakan sebagai "pemanasan" untuk jari-jari dan otakku.
Menulis merupakan salah satu keahlian yang bisa diasah. Tetapi sangat memungkinkan bahwa menulis juga merupakan bakat alami yang di miliki oleh beberapa orang. Orang-orang tersebut bisa menulis dengan baik bahkan tanpa mempunyai pengalaman menulis sama sekali. Seolah-olah menulis adalah bagian dari dirinya sendiri.
Jenis karya tulis setiap penulis itu sangat tergantung dengan preferensi pribadi. Ada yang memang tertarik dengan sastra seperti menulis cerpen, naskah, puisi atau bahkan yang teoritis seperti karya ilmiah, artikel, proposal dan lain sebagainya. Apapun jenis tulisannya tentu saja diperlukan panduan ke penulisan dalam setiap karya tulis.
Nah, kali ini kita akan membahas bagaimana cara menulis sebuah artikel. Artikel ini ternyata juga memiliki beberapa jenis, yaitu: artikel deskripsi, artikel opini, artikel persuasi, artikel eksposisi, artikel ilmiah, artikel narasi, artikel ulasan, dan artikel argumentasi. Semua jenis artikel ini memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Tergantung dari ketertarikan kalian sebagai seorang penulis.
Dalam praktiknya, semua jenis artikel ini memiliki satu tujuan yaitu untuk memberi informasi kepada pembaca tentang topik atau tema yang ingin disampaikan penulis. Tentu saja, diperlukan langkah-langkah yang cermat dalam penulisan artikel ini. Berikut ini langkah-langkah yang perlu dicapai untuk menulis sebuah artikel:
1. Tentukan tema dan topik
Pemilihan tema dan dan topik adalah langkah pertama yang perlu dilakukan dalam menulis sebuah artikel. Sebagai penulis, tentu saja akan memilih sebuah tema yang memang "menggelitik" pikirannya. Tema dan topik yang akan dibahas ini sangat bebas, tergantung ketertarikan seorang penulis. Jangan takut untuk mengangkat sebuah tema atau topik bahasan yang agak ekstrim atau kontradiktif dengan kebenaran umum. Karena pada dasarnya menulis itu adalah sebuah ekspresi bebas dari seseorang.
2. Lakukan riset
Setelah menentukan topik, diperlukan pemahaman dengan topik tulisan yang akan dibahas. Jangan menulis dulu jika memang belum memiliki pemahaman akan topik tersebut. Menurut pengalaman pribadi, menulis tanpa mempelajari terlebih dahulu akan menimbulkan kebingungan dalam memilih hal apa saja yang perlu disampaikan dalam tulisan tersebut. Sehingga tulisan jadi terkesan berantakan dan tidak terfokus.
Dengan riset yang baik, tentu saja isi dari tulisan tersebut dapat dipertanggungjawabkan dan juga dapat membuat hasil tulisan tidak terkesan omong kosong belaka. Satu hal lagi, dalam melakukan riset ini, perhatikan juga pencatutan sumber artikel dan pastikan sumber yang dipelajari adalah sumber yang kredible agar tidak terjadi missinformasi.
3. Buat kerangka tulisan
Kerangka tulisan ini berfungsi untuk membatasi hal-hal apa saja yang perlu dan tidak dibahas dalam penulisan artikel. Langkah ini memudahkan penulis untuk menentukan paragraf-paragraf selanjutnya dan memudahkan untuk mengembangkan ide dan gagasan pokok topik tersebut. Fungsi dari membuat kerangka ini juga memandu penulis dalam menulis artikel yang sistematis sehingga menghasilkan tulisan yang tidak membuat bingung pembaca.
4. Tentukan gaya tulisan dan judul
Sebelum menentukan gaya tulisan, selalu perhatikan target pembaca tulisan artikel. Jika memang dirasa topik yang diangkat termasuk topik yang umum, gunakan gaya tulisan dengan bahasa yang umum juga. Tujuannya agar informasi yang di tulis dalam artikel tersebut mudah dipahami oleh pembacanya. Usahakan dalam proses kepenulisan artikel ini tidak menggunakan kata yang bertele-tele. Sehingga artikel tersebut terfokus pada pokok permasalahannya dan tidak membuat pembaca malas membacanya.
Dalam penentuan judul, diperlukan kreatifitas penulis untuk menarik mata pembaca. Buatlah judul yang memang mencakup semua isi tulisan dan topik yang diangkat. Hindari penggunaan kata yang berlebihan sehingga tidak membuat orang yang membacanya merasa kecewa setelah membaca artikel tersebut.
5. Membaca ulang (proofreading)
Sebelum sebuah artikel diterbitkan usahakan untuk membaca ulang setiap bagian tulisan. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan dalam menulis artikel. Kesalahan tersebut bisa berupa pemilihan diksi yang kurang sesuai, salah penulisan kata (typo), logika kalimat yang tidak sesuai, dan lain sebagainya.
Mintalah bantuan orang lain untuk membaca hasil artikel dan mintalah pendapatnya mengenai tulisan tersebut. Jika tidak memungkinkan, si penulis artikel harus bisa untuk memosisikan diri sendiri sebagai pembaca artikel tersebut. Sehingga jika memang dirasa ada yang kurang tepat bisa segera diperbaiki dan di terbitkan sebagai artikel yang sempurna.
Itulah beberapa langkah yang harus diterapkan dalam menulis sebuah artikel. Menulis ini juga bisa dipelajari oleh semua kalangan. Tentu saja itu tergantung kepada niat dan usaha orang tersebut untuk mau belajar dan mengasah ilmu yang dimilikinya.
Memang, mempelajari sebuah keahlian tidak mungkin bisa dilakukan dalam waktu singkat kecuali jika memang kamu memiliki bakat. Seorang yang memiliki bakat pun lama-lama bakatnya akan tumpul jika tidak diasah dengan baik.
Dalam era modern ini, keahlian dalam menulis sangat dibutuhkan untuk semua bidang. Bahkan, tak jarang keahlian ini menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan. Maka dari itu, mempelajari ilmu ini tidak ada ruginya sama sekali.

Comments
Post a Comment