Posts

Showing posts from January, 2023

the value of being grateful

Seberapa seringnya kamu ingat untuk bersyukur? Well, pertanyaan semacam ini datang tiba tiba pas aku lagi ngelamun di warung kupi gang sebelah sih. Jadi kepikiran kan seberapa seringnya kita, terutama aku sendiri untuk mengucap syukur sama Yang Di Atas. Yaa walaupun doa-doa dalam ibadahku juga termasuk ucapan syukur sih tapi menurutku syukur itu lebih baik memiliki satu sesi sendiri. Toh juga mungkin ibadahku belum tentu sempurna kan. Setelah muncul pertanyaan itu, aku jadi sadar lho hal-hal kecil yang mungkin sering aku lewatin dan anggap enteng. Kaya bayangin aja kamu dapet nikmat tapi ga tau terimakasih. Contoh kecil pertama sih, masih bisa diberikannya kesempatan untuk melek di pagi hari dan masih bisa ngeliat dan ngerasain semrawutnya kehidupan di alam dunia ini. Well, life is not always that easy for some people. But in the the end, we did it, kan. Sampai di titik ini yang penuh perjuangan dari jebret orok sampai kamu bisa baca tulisan ini. I know it was not easy at all. Bec...

the monologue: quarter life crisis

Pagi itu, seorang pemuda berkulit gelap sedang bersiap untuk melanjutkan babak baru dalam kehidupannya. Setelah drama masa putih abu abunya sudah rampung, pemuda itu memutuskan untuk melanjutkan jenjangnya. Meskipun kebanyakan dari teman sekelasnya lebih memilih untuk lanjut bekerja, tetapi pemuda tersebut memiliki tekad yang kuat untuk berkuliah. Berkutat kembali dengan tulisan dan tugas yang tak henti justru membuatnya semangat dalam meraih mimpinya. Mimpi dalam wujud cita-cita yang akan menjadi bakal keberhasilannya di masa depan. Sering terlintas dipikirannya kala itu, ketika mulai merasa kurang motivasi, dia akan melakukan hal kurang penting dengan membandingkan pencapaianya dengan milik orang lain. Tentu hal itu sebenarnya kurang baik untuk dilakukan, tapi tetap saja godaan itu pasti selalu ada. Sayangnya, Semangat dalam hati itu tak pernah redup dalam sanubari pemuda itu. Walaupun sekencang apapun angin godaan menerpa dirinya, ia tetap tangguh dan berdiri tegak untuk mencapai tu...

360 days: the perks of being a Jakartanian

Image
Jakarta. Kayaknya emang udah impianku dari kecil buat sekedar menginjakkan kaki di tempat yang metropolite ini. Tempat dimana banyak orang akan menjadikan opsi untuk megais rejeki dan masa depan yang cerah. Salah satunya aku juga sih. Bukan berarti di kota kelahiranku ga bisa ngasih masa depan yang cerah juga, tapi lebih ke memanfaatkan kesempatan aja. Privilege yang aku punya juga  hal yang aku pertimbangin untuk modal ngerantau di kota orang sih. Pertama kali nginjekin kaki di ibukota ini sih sekitar 12 tahun yang lalu. Itupun juga berkat study tour ala-ala dari sekolah. It was fantastic, yet annoying because my teacher always complaining how this city's smell. Yaa meskipun emang kenyataannya gitu, tapi kayanya juga ga perlu sampe berulang-ulang gitu. Duh malah jadi julid.  Waktu itu kalo ga salah inget pas jaman aku masih SMP. Bener, seragam putih biru yang sobek dikit di celana bagian dengkul. Udah lupa pergi kemana aja, yang pasti sih ke Seaworld Ancol dan Planetariu...