bagaimana rasanya ditaksir oleh seseorang?
Salah satu hal yang mungkin jarang dirasakan seseorang adalah ditaksir orang lain. Mungkin sedikit jahat jika bilang seperti itu, tapi ada lho orang yang emang ngerasa belum pernah di taksir sama seseorang. Apa kamu juga merasakan hal itu?
Salah satu forum diskusi favoritku, Quora, sedikit
memberikan insight bagaimana rasanya ditaksir atau disukai seseorang. Dari beberapa jawaban yang aku baca, ada yang
merasa senang ada juga yang merasa itu adalah hal yang mengganggu. Tentu saja
faktor utamanya adalah, siapa yang menyukai dan hal apa saja yang dilakukan “pengangum”
itu kepada si penulis jawaban.
Salah satu penulis bahkan mengaku hubungannya tidak
bertepuk sebelah tangan dan mungkin akan berakhir di pelaminan. Ini salah satu
kisah heart-warming yang aku baca di forum tersebut. Si penulis jawaban tersebut
mengaku ditaksir oleh pria ganteng komandan Paskib dan anggota OSIS idaman semua
wanita di sekolahnya. Bahkan, yang lebih mengharukan lagi, mereka berpacaran
secara diam-diam agar tidak menyebabkan huru hara yang disebabkan oleh fans si pria
tampan tersebut. Masa sekolah dengan segudang kisahnya yaa!j
Ada juga jawaban yang mengatakan bahwa disukai seseorang
membuat dirinya menjadi skeptis terhadap sebuah hubungan. Si penulis mengaku
bahwa dia sering menyukai orang lain terlebih dahulu ketimbang sebaliknya dan hubungan
tersebut tidak berakhir dengan baik. Hal ini mungkin sedikit banyak yang membuat dirinya trauma
akan suatu hubungan dan menimbulkan kemunculan pemikiran tersebut.
Jawaban lain saya dapatkan dalam forum yang sama tapi
dalam bahasa Inggris. Beberapa dari mereka mengaku bahwa disukai seseorang itu
adalah hal yang menyenangkan dan membanggakan. Bahkan ada yang mengaku bahwa
dicintai seseorang itu dapat meningkatkan self-esteemnya.
Disisi lain, ada yang mengaku bahwa dicintai itu kadang
bisa menyakitkan. Dia menulis bahwa euphoria yang didapatkan ketika dicintai
seseorang itu bisa menyebabkan kebucinan berlebihan yang malah bisa menimbulkan
sesuatu yang berbahaya nantinya.
Ada juga yang mengibaratkan bahwa dicintai seseorang itu
sama seperti halnya menang sebuah undian lotre. Dia menjadi orang terpilih dari
banyaknya pilihan yang sudah ada. Tetapi euphoria itu hanya sementara karena pada
akhirnya dia harus mengorbankan hal-hal lain dan bahkan akan merasa insecure karena
hadiah tersebut bisa menyebabkan ketakutan akan direbut orang lain. Pengandaian
yang luar biasa!
Menurutku sendiri, di taksir seseorang rasanya memang menakjubkan. Apalagi untuk diriku yang sedikit hopeless romantic ini. Rasanya seperti menjadi
trendsetter di kehidupan dia dan juga menjadi pusat pikiran dia. Siapa yang
tidak bangga bahwa dirinya merasa diakui dan diperhatikan?
Tetapi, lebih besar dari perasaan itu mungkin akan timbul perasaan yang mengganjal. Seperti pengandaian tentang menang lotre itu, sikap
insecure perlahan mulai muncul. Karena nanti akan ada saatnya mulai mempertanyakan kualitas
diri sendiri.
Sebenarnya pertanyaan semacam itu tidak perlu di utarakan.
Karena apa? Seseorang yang menaksir kita pasti ada hal yang membuatnya menarik.
Entah itu sikap, pemikiran, paras, dan lain sebagainya. Mungkin fokus ke hal itu
saja, karena terkadang jika kita bertanya lebih malah akan membuat kita
berpikir berlebihan juga.
Dan jika kalian sedang dalam kondisi menaksir seseorang,
ada baiknya jangan terlalu berlebihan. Yang terpenting adalah bagaimana cara
kita mencintai dan menghormati diri kita sendiri sebelum mencintai orang lain.

Comments
Post a Comment