MERDEKA ATAS DIRI SENDIRI

https://www.freepik.com/free-vector/flat-illustration-indonesia-independence-day-celebration_48036134.htm#fromView=search&page=2&position=13&uuid=2b0dcd9e-023e-4386-b864-f472e23e2f6e

Masih seputar kemerdekaan. Merdeka dalam arti sempit adalah bebas. Bebas yang dimaksud adalah dapat berdiri sendiri dan tidak berhubungan dengan pihak lain. Tidak ada yang namanya keterikatan dan ketergantungan dengan pihak tertentu itu namanya merdeka.

Dalam sebuah negara atau wilayah kekuasaan, merdeka memiliki arti yang cukup powerful pengaruhnya. Karena dengan adanya identitas wilayah atau negara yang sudah merdeka, mereka bisa mendirikan sebuah pemerintahan atas dasar kemauan bangsanya sendiri.

Dalam skala sederhana, merdeka dapat dimiliki oleh setiap individu manusia yang mampu untuk bergerak dan berekspresi sesuai keinginan diri sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Tetapi tidak menutup kemungkinan di luar sana masih ada yang susah untuk bisa memerdekakan diri sendiri. Contohnya saja seorang people pleasure.

Menjadi seorang people pleasure, mengatakan “tidak” adalah suatu hal yang tabu dan perlu perjuangan ekstra untuk mengeluarkan kata ajaib tersebut. Sebuah kata yang sebenarnya sederhana, tetapi bisa berakibat fatal nantinya.

Setiap orang people pleasure biasanya dibayangi oleh ketakutan akan pikiran orang lain terhadapnya. Kebanyakan orang people plesure ini beranggapan jika mereka mengatakan “tidak”, untuk suatu hal yang sebenarnya tidak ingin mereka lakukan adalah suatu tindakan kejahatan. Atau setidaknya mereka lah yang berpikir seperti itu.

Ketidakmampuan untuk mengatakan “tidak” ini adalah salah satu tanda bahwa dirinya masih belum merdeka atas dirinya sendiri. Atas raga nya sendiri. Atas pikirannya sendiri. Tentu saja hal ini tidak baik jika dibiarkan begitu saja.

Jika pembiaran ini terus dilakukan akan menimbulkan suatu ketidakpedulian atas hak dasar yang seharusnya didapatkan oleh diri sendiri. Hak dasar tersebut adalah salah satu hadiah dari Tuhan yang dapat dinikmati oleh setiap individu tanpa terkecuali. Salah satu hak yang dapat diperoleh untuk dirinya sendiri adalah kebebasan dalam mengekspresikan emosi.

Kebebasan berekspresi adalah suatu anugrah dari Tuhan karena kita sebagai manusia diberkahi emosi. Emosi ini bisa timbul karena respon alami otak yang akan membuat kita bereaksi ketika menerima suatu kejadian. Menahan emosi dan memblokir respon tersebut bisa berakibat fatal pada diri sendiri. Mulailah untuk bisa memvalidasi emosi-emosi yyang muncul.

Dengan metode tersebut, seseorang dapat memperingan kinerja otak dan tidak menimbulkan kegelisahan nantinya. Munculnya pikiran pikiran negatif adalah hal yang wajar dan normal. Tetapi hal itu hanya terjadi di dalam kepala saja. Semua orang bebas memiliki penilaian sendiri terhadap sesuatu dan itu hak mereka.

Penilaian terhadap diri sendiri merupakan suatu hal yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Karena dengan melakukan itu, seseorang bisa melakukan intropeksi diri dan berusaha untuk berubah menjadi lebih baik lagi. Selain itu, dengan melakukan penilaian terhadap diri sendiri, seseorang bisa lebih memerhatikan dan menghargai diri sendiri.

Menerima aspirasi dari orang lain sih boleh boleh saja, tetapi diri sendiri lah yang lebih tahu tentang apa yang terjadi dalamnya. Yang terpenting tetap patuhi norma yang sudah dibentuk.

Memiliki keinginan untuk memerdekakan diri sendiri adalah salah satu bentuk dari self love dan berani bersuara adalah bentuk dari validasi sebuah emosi. Jangan pernah takut jika diperbudak oleh pikiran-pikiran negatif. Buang jauh-jauh dan segeralah bergegas untuk menaklukkanya.

 

Comments

Popular posts from this blog

Opinion Sharing: "Jangan Panggil Mbak!"

bagaimana rasanya ditaksir oleh seseorang?