inilah esai: panduan menulis esai bersama para pesohor

Judul                 :   Inilah Essai. Tangkas Menulis Bersama Para Pesohor

Penulis              :   Muhidin M. Dahlan

Penerbit            :   I:Boekoe (Indonesia Buku)

Tahun Terbit     :  2016 (cetakan I)

Tebal Halaman :  193 halaman

Berbasis keinginan untuk menulis sebuah karya ilmiah, saya menemukan sebuah buku pengantar yang memang sangat direkomendasikan bagi seseorang yang ingin memulai pengalaman menulisnya. Sebuah buku sederhana yang tidak sengaja saya beli ketika diadakannya pameran buku di lobby utama kampus saya pada tahun 2018. Buku yang kemudian diam tak saya sentuh selama enam tahun itu sedikit membuat saya bernostalgia ketika membaca judulnya. 

Buku ini memang termasuk katagori tipis, tapi tidak dengan isinya yang membahas tuntas tentang bagaimana menulis sebuah esai. Sebuah karya tulis ilmiah yang sebenarnya tidak terlalu ilmiah juga. Dalam buku ini menyinggung tulisan-tulisan para kolumnis koran, penulis buku, atau tokoh penting.

Bab awal buku ini membahas tentang tema permasalahan yang diangkat dalam kepenulisan esai itu bisa bermacam-macam. "Boleh menjadi  [esais] generalis boleh juga spesialis" judul bab awal buku ini. Maka dari itu, saya singgung bahwa esai itu sebuah karya tulis yang tidak terlalu ilmiah. Karena dalam kepenulisannya, ada beberapa esais yang menuliskan pandangan pribadinya terhadap masalah yang di bahasnya. Mengutip dari buku ini, Mantan Presiden Abdurrahman Wahid mengatakan bahwa "sebuah esai adalah karya tulis yang bukan bukan."

Langkah-langkah kepenulisan esai yang di hidangkan dalam buku ini juga sangat mudah dipahami dan dicerna karena penulis memberikan contoh kongkret dengan memberikan penggalan-penggalan dari esais terkenal.  Selain itu, menurut saya, penggalan-penggalan esai tersebut membuat pembaca merasa penasaran dan ingin membaca secara lengkap esai-esai yang disinggung.

Buku ini kaya akan kata-kata yang membuat merinding. Karena dari penyusunan kalimat dan juga pilihan diksi yang hebat, membuat Gus Muh ---sapaan akrabnya--- menandakan seorang penulis yang handal dalam mengolah kalimat. Tak jarang saya pun harus berdecak kagum berkali-kali ketika membaca rentetan kalimat yang tersusun secara puitis tapi juga teoritis.

Buku yang bergenre non-fiksi yang biasanya teoritis dan sedikit membosankan, ditulis olehnya dengan bahasa sederhana tanpa ada unsur untuk menggurui. Buku ini juga mengulik sedikit banyak kisah latar belakang penerbitan esai. 

Tak kurang dari 100 karya tulis esai, ia singgung dalam buku ini. Berikut dengan beberapa rekomendasi esai esai yang menarik untuk dibaca lebih lanjut. Buku ini juga menawarkan beberapa kutipan-kutipan tentang menulis dari tokoh tokoh terkenal. 

Kekurangan dari buku ini, menurut saya pribadi terletak pada lay out gambar yang diselipkan dalam buku ini. Peletakan gambar yang terkesan "maksa" dan juga dengan kualitas rendah membuat mata saya kurang nyaman saat melihatnya. 

Tentu saja saya juga memahami bahwa untuk mendapatkan gambar yang jernih sangat sulit untuk didapatkan. Mengingat tulisan-tulisan yang disinggung dalam buku ini  beberapa ada juga yang sudah "uzur." Tetapi, saya mulai nyaman membacanya ketika memasuki bab-bab terakhir karena menurut saya lay out gambar dan tulisan terlihat lebih baik dari pada di awal bab. 

Buku ini sangat saya rekomendasikan untuk mengasah kemampuan menulismu apalagi jika memang tertarik dengan karya tulis esai. Buku yang ringan untuk dibaca tapi ilmu nya sangat berguna di kemudian hari.

 

Gambar : Googreads


Comments

Popular posts from this blog

Opinion Sharing: "Jangan Panggil Mbak!"

MERDEKA ATAS DIRI SENDIRI

bagaimana rasanya ditaksir oleh seseorang?