ketika menunda menjadi suatu kebiasaan, hasilnya...

Procrastination. Istilah yang baru-baru ini bisa muncul di kepalaku karena sedang struggle dalam hal itu. Sebenernya ada deadline penting tapi entah kenapa rasanya sangat susah untuk mau mengerjakan tugas itu. Padahal yaa, itu untuk kepentingan diri sendiri. Kalian pernah ga ngalamin hal kaya gitu? Kalo pernah berarti kita dalam state yang sama.

Pengertian Procrastination

Oke, kita bahas sedikit tetang procrastination ini. Jadi, procrastination ini adalah kebiasaan untuk menunda-nunda pekerjaan penting dan lebih memilih melakukan kegiatan remeh temeh lainnya yang lebih kita sukai. Biasanya orang-orang yang sedang struggle di tahap ini akan mengerjakan tugas tersebut mendekati deadline atau bahkan melewatinya. Sebabnya, kurang lebih dikarenakan mood atau suasana hati yang kurang baik, burn out, depresi, atau rasa malas yang berlebihan. 

Kalo dikaitkan dengan kata malas, beberapa artikel menyebutkan mereka memang mirip tapi memiliki pengertian yang berbeda. Pada umumnya perbedaan mereka terletak pada tingkat produktivitas pelakunya. Jika seseorang sedang di tahap procrastination mereka akan melakukan tugas itu, sedangkan perilaku malas tidak akan melakukan tugas tersebut terlepas ada atau tidaknya deadline. 

Procrastination ini jika berlarut larut akan menimbulkan banyak efek negatif, lho. Apalagi jika kamu sedang di tahap memperbaiki diri atau mengembangkan diri menjadi lebih baik. Menurutku pribadi, hasil dari kebiasaan procrastination ini bener-bener menyiksa. Melakukan apapun harus berdasarkan mood dulu, Meh! Padahal mood bagus kan jarang banget yang bisa tahan seharian. Terus gimana caranya agar bisa keluar dari kebiasaan ini? Eitss tunggu dulu, buru-buru amat, Neng. Kita ketahui dulu nih penyebab dari procrastination ini. Karena apa? mengetahui sebabnya juga akan membantu kita mencari solusi yang tepat. 

Apa sebabnya, tuh?

Penyebab dari procrastination ini, lebih menyasar pada kondisi internal diri kita sih. Dikutip dari The New York Time, seorang professor psikologi bernama Dr. Tim Phycyl menjelaskan bahwa procratination ini berkaitan dengan adanya masalah pada regulasi emosi dan bukan karena buruknya manajemen waktu kita.

Well, ini berarti memang berhubungan dengan mood kita ya. Selain itu, ternyata procrstination ini juga bergantung pada tingkat tugas yang diberikan dan juga kondisi kita lho. Semisal memang tugasnya bakalan ngebosenin atau memang susah banget, kita bakalan cenderung menunda pekerjaan itu karena akan menyebabkan perasaan kita jadi tidak nyaman. Kebiasaan ini pada akhirnya juga akan merugikan kita, karena kita melakukan tugasnya dengan setengah hati dan hasilnya bakalan tidak maksimal.

Anyway, selain karena suasana hati, kondisi ini juga bisa dipengaruhi karena ketidakmampuan kita dalam menentukan skala prioritas sehingga dalam menentukan penting atau tidak nya suatu pekerjaan menjadi sulit. Padahal yaa skala prioritas ini bener-bener bakal ngebantu kita untuk meneyelesaikan tugas karena akan menghemat waktu kita. 

Berhubungan dengan waktu, procrastination ini juga disebabkan karena kita tidak menghargai waktu. Kita cenderung melakukan tugas mepet dengan deadline yang akan menyebabkan kita menyesal karena menundanya dan juga merasa tertekan karena baru mulai mengerjakannya. Tetapi dalam kasus lain, ada beberapa orang yang memercayai bahwa mereka lebih merasa bekerja lebih baik saat berada dalam tekanan. Apa kalian salah satunya yang memercayai hal itu? 

Jujur, aku dulu mikir begitu. Istilah "the power of kepepet" really worked for me. Tapi sekarang sih udah ga terlalu mikir gitu. Karena apa? Karena ngerjain sesuatu dengan serba buru-buru itu ga enak dan bikin ga tenang. Makannya aku lebih memilih mengerjakan dari jauh-jauh hari. Selain hati lebih tenang, bakalan lebih enjoy juga ngerjainnya. Tapi juga masih sering kecolongan sih hahaha...

Bagaimana cara untuk menanggulanginya?

Cara paling sederhana untuk menanggulanginya adalah jangan membiasakannya. Karena sekali melakukannya bakal ketagihan sih muehehehe. Tapi memang susah untuk menahan godaan mengerjakan sesuatu nanti nanti. Mending scroll Tiktok atau baca timeline Twitter (I still refuse to call it "X") dulu ga sih. Beberapa cara ini yang aku coba untuk diriku sendiri dan pelan-pelan bisa mengurangi kebiasaan ini:

1. Sadari kalo kamu sedang melakukan procrastination

Yang paling penting sih kamu sadar kalo kamu dalam tahap procrastination. jadi dengan menyadari kondisi ini kamu bisa tau kalo kamu sedang tidak dalam kondisi baik baik saja. Karena efek dari procrastination ini bakalan ada di akhir nanti. Lebih cepat sadar, lebih baik.

2. Buat to-do-list

To-do-list ini bisa digunakan juga untuk menyortir mana prioritasmu dalam melakukan suatu pekerjaan. Bisa dimulai yang paling gampang kemudian yang paling memakan waktu dan konsentrasi dan emosi. Inget, ga harus selesai dalam satu hari. Yang penting kamu ada progress tiap harinya sebelum deadline berakhir.

3. Cek progress tiap hari

Kalo aku pribadi, step ini penting untuk memberikan rasa anxiety diri sendiri sih. Tapi dalam sisi positif yaa. Kalo semisal hari ini aku tidak ada progress sama sekali, besoknya pasti ada rasa mengganjal yang men-trigger aku melakukan tugas itu. Jadi, mau ga mau yaa tetep harus dikerjain.

4. Bentuk motivasi yang kuat

Motivasi diperlukan untuk melakukan semua kegiatan. Makan pun perlu motivasi dengan harapan perut kamu bisa kenyang dan puas. Pun dengan kehidupanmu, motivasi diperlukan untuk mendorong kamu menjadi orang yang lebih baik besoknya.

5. Buat lingkungan yang nyaman 

Karena procrastination ini berhubungan dengan mood, maka untuk membentuk mood yang baik biasanya memerlukan lingkungan yang baik agar menjaga mood mu tetep baik. Terserah mau dimana aja, mau di cafe, kamar mu yang aesthetic itu atau bahkan di kamar nenek juga ga masalah. Yang penting bisa membangkitkan mood yang baik untuk mengerjakan tugas penting mu itu.

6. Bentuk lingkaran pertemanan yang baik

Step ini digunakan kalo memang kamu perlu motivasi dari orang lain. Kalo kamu orangnya bebal dan cenderung meremehkan diri sendiri, mungkin motivasi dari orang lain akan membakar semangat mu untuk melakukan pekerjaan mu. Selain itu, jika memiliki lingkarang pertemanan yang produktif pasti juga akan berpengaruh padamu untuk lebih produktif.

7. Hindari distraksi

Ini yang paling sulit. Aku sendiri sedang struggle dengan dopamine detox. Belakangan ini hobby banget scroll Tiktok ngeliat video kucing lucu atau fanmade video Harry Potter. Buset dah, tumben banget. Aku set timer timer buat ngasih batas waktu aku scrolling sosmed atau pegang hp. Cara ini sih lumayan efektif untuk menghindari distraksi terbesarku. Apapun distraksinya tetep harus inget motivasi kita dalam menyelesaikan tugas kita.

Itulah beberapa cara yang aku lakuin untuk mengurangi kebiasan procrastination ini. Memang tidak bakalan hilang secara permanen, tapi setidaknya kita tidak terlalu terikat dengan kebiasaan buruk kan. Efek dari procrastination ini juga bener-bener bikin ga nyaman. Selain bikin kita menyesal ternyata kebiasaan ini menyebabkan meneurunnya kualitas pekerjaan, mudah stress, susah fokus dan juga berpengaruh pada hubungan pertemanan serta profesionalitas kita. Ngeri kan? Jadi, good luck guys. semoga kita bisa terus berubah menjadi lebih baik setiap harinya...


Sumber:

Why You Procrastinate (It Has Nothing to Do With Self-Control) If procrastination isn’t about laziness, then what is it about?

Procrastination Adalah: Penyebab, Ciri, Jenis, dan Cara Mengatasi

What Is Procrastination? Putting off tasks we don't enjoy is common, despite the consequences

Comments

Popular posts from this blog

Opinion Sharing: "Jangan Panggil Mbak!"

MERDEKA ATAS DIRI SENDIRI

bagaimana rasanya ditaksir oleh seseorang?