tentang self-esteem dan tetek bengeknya


Belakangan ini aku lagi kepikiran banget nih sama masalah diri sendiri. Yahh namanya hidup kan yaa, masalah pasti bakalan dateng terus. Kali ini lebih ke masalah internal sendiri sih. Pernah ga kalian ngerasa rendah diri akan suatu hal yang bikin kalian ngerasa "kecil"? Well, aku anggap kalian jawab penah yaa.

Kalo aku sih sering, cuma baru beberapa hari ini aku kepikiran sama pengalamanku yang satu ini. Jadi kebetulan belum lama ini tuh di tempat kerja aku lagi ada masalah tingkat atas. I didn't know exactly what it was but they made me joining the emergency meeting with the foremost people in my office. Duh, deg degan to the bone. Berasa kaya mau sidang skripsi lagi.

Singkat cerita, yaa kita ngobrolin lah masalah yang lagi terjadi ini. It wasn't serious meeting actually tapi tense-nya kerasa banget di ruangan yang agak sempit itu karena emang masalahnya sedikit rumit. Aku gabung di perusahaan ini tuh belum terlalu lama, jadi belum paham juga wajah-wajah petinggi kantor tuh. But I do familiar with their names. 

Di ruangan sempit gitu, di jejelin sama belasan orang, otomatis auranya banyak dan nyampur-nyampur. Nah, karena aku cuma salah satu "budak" lapisan bawah di perusahaan itu, kerasa banget kecilnya.  Rasanya kaya amaze banget ngeliatin gesture dan cara ngomong mereka. Well, yang pastinya sih mereka punya lebih banyak pengalaman daripada aku yang masih kinyis-kinyis ini. Sementara kebanyakan dari mereka, jenggotnya udah pada mulai putih ditempa waktu dan pengalaman. 

Setelah selesai rapat, berasa lega pastinya. I didn't do anything wrong, kok. Dan sebenernya aku ga terlalu relate sama masalah ini cause I did my job with exactly what they told me to do. Berasa kek orang penting sih ikut rapat-rapat gini tapi sedikit haus karena ga dikasih minum sama sekali. agak nyesel tadi ga sempet minum sebelum dipanggil padahal habis makan gorengan tiga biji. 

Nah, yang membuatku penasaran adalah kenapa pas di dalam ruang rapat tadi, aku punya perasaan ngerasa "kecil". Menurutku, kalo dikategorikan sebagai insecurity kayanya bukan, atau karena aku udah lama ga ngerasain berjubel sama orang orang yang emang auranya kaya mereka. Lebih kaya ngerasa kegencet sama aura aura orang orang di dalam sana tadi. 

Hal semacam ini kalo lagi ngerasa down kadang bikin kepikiran juga. Berpikir seberapa berharganya diri ini? Apakah memang diri ini layak mendapat keberuntungan dan kesempatan sejauh ini? Atau apakah lagi aji mumpung dan emang ini yang sebenarnya layak yang aku dapetin?

Bengong sambil mikirin hal semacam ini kesannya useless bagi sebagian orang. Disisi lain, aku memercayai ini sebagai bentuk komunikasi antar persona dalam diri kita sendiri. Yahh bahasa kerennya sih self-talk. Self-talk ini katanya juga berperan penting buat self-development lho yaa. jadi intinya sih bisa memupuk rasa cinta diri sendiri atau self-love. well, terlalu banyak self- thingy yaa di paragraf ini.  bisa lah yaa topik ini dibahas di topik selanjutnya muehehehe...

Let's get back to the main topic. Jadi setelah aku baca baca ternyata perasaan kecil yang aku alamin itu berhubungan dengan rendahnya self-esteem yang aku punya. Pernah denger kan yaa istilah ini. Lalu, apa sih self esteem itu? Kamu nanyeaaa? 

Jadi, self esteem ini adalah penilaian subjektif terhadap diri sendiri yang mana penilaian tersebut bisa berupa negatif atau positif. Tinggi rendahnya self esteem ini memengaruhi bagaimana kita bersikap dan bertindak dalam melakukan sesuatu lho. makannya kalo self-esteem kita lagi rendah,  kita bakal cenderung mengata-ngatai diri sendiri tidak berguna. Well then we actually have a natural hater. That is ourselves.

Sebenernya self-esteem ini erat kaitannya juga dengan self-worth yang lebih berfokus pada kepercayaan diri sendiri untuk dihargai, dihormati dan dicintai layaknya orang lain. Keduanya ternyata memiliki sedikit perbedaan pengertian tapi bisa jadi berjalan beriringan layaknya kamu dan doi yang tak terpisahkan itu. Cie cie...

Tinggi rendahnya self-esteem ini ternyata juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lho. Diantaranya faktor keluarga, opini orang lain tentang diri kita, pola pikir, tingkat kesuksesan, keahlian atau kemampuan dan juga faktor internal dari diri kita sendiri semacam overthinking. Selain itu, dalam beberapa artikel menyebutkan pola asuh yang diterapkan orang tua kita dulu juga memiliki pengaruh pada penentuan tingkat self-esteem ini. Wahh ternyata banyak juga ya faktornya. Kalo aku sih yang paling berpengaruh faktor internal yaa, soalnya aku gampang overthinking. Kalo kamu faktor mana yang paling berpengaruh tuh?

Lebih jauh lagi, self-esteem ini dibagi menjadi dua jenis: yaitu healthy self-esteem dan low self-esteem. Kedua jenis ini memiliki ciri-cirinya sendiri lho. Sini aku bisikin ciri cirinya :

Tanda jika kamu sedang di tahap healthy self-esteem:

1. Merasa percaya diri. 

2. Tidak berfokus pada hal yang negatif dan memiliki pandangan hidup yang positif.

3. Merasa dirinya layak dan sejajar dengan yang lainnya.

4. Tidak menjadi seorang people pleasure.

5. Self-acceptance atau menerima keadaan dan kondisi diri sendiri

6. Tidak takut di kritik.

Jika kamu mempertahankan healthy self-esteem ini bakalan membuat hidupmu lebih tenang dan termotivasi lho. Bahkan efeknya akan membantu kamu dalam membangun hubungan yang baik dengan dirimu sendiri dan orang di sekitarmu.  Emang agak susah  sih mempertahan tahap ini tapi bukan berarti tidak mungkin untuk di coba kan.

Sedangkan, jika kamu sedang di tahap low self-esteem, biasanya akan merasakan hal-hal dibawah ini:

1. Self -doubt atau meragukan kemampuan diri sendiri.

2. Lebih berfokus pada hal negatif yang cenderung mengakibatkan overthinking dan anxiety.

3. Ketakutan yang luar biasa terhadap kegagalan.

4. Sulit untuk menolak melakukan sesuatu yang kurang kamu sukai.

5. Menganggap pujian terhadap diri sendiri adalah omong kosong.

6. Sering mendahulukan kepentingan orang lain dari pada dirimu sendiri.

7. Perfectionism

Well, ternyata ciri-ciri ini yang lebih relate sama aku sekarang. But I still believe this is only a phase karena kadang aku juga ngerasain ciri-ciri self-esteem yang sehat. Jangan juga bersedih guys, semisal kalian lagi ngalamin low self-esteem kalian bisa coba terapin cara cara dibawah ini: 

1. Jadilah pribadi yang lebih positif

In my opinion, jika kita memandang suatu masalah dengan sisi positifnya, maka jalan keluar atau solusinya bakalan mudah untuk ditemukan. Intinya, dengan membuat otak kita memikirkan hal hal positif maka hasil yang akan kita dapatkan juga akan lebih positif.

2. Pahami dan kenali diri sendiri

Mau seperti apapun kamu di mata orang lain, dirimulah yang paling tahu keadaanmu saat ini. Tidak ada salahnya kok kamu melakukan percakapan dengan diri sendiri. Anggep saja kamu ngomong sama crush mu sendiri. Believe me, kamu bakal nemuin banyak fakta-fakta yang membuat kamu sendiri terkejut. Awalnya emang awkward dan aneh tapi setelah terbiasa ngelakuin ini bakalan besar banget manfaatnya.

3. Tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain

Sebagai manusia pasti aja ada hal yang membuat iri dengan pencapaian orang lain. Poin pentingnya adalah kita bisa mengontrol keirian itu dan menyadari potensi akan diri kita. Jangan terlalu fokus terhadap orang lain sampai lupa bahwa kita mempunyai poin plus sendiri. Lebih baiknya, coba kamu bandingkan dirimu hari ini dengan yang kemarin. Was it getting better or not? 

4. Tetapkan tujuan hidup agar termotivasi

Setiap orang pasti punya impian kan yaa. Sesederhana apapun mimpimu jadikan itu sebagai bahan bakarmu untuk  membakar semangat mencapai tujuanmu itu. Jalannya emang ga mudah, batu sandungannya pasti banyak banget tapi inget setiap batu sandungan pasti membawa kisah sendiri. Anggeplah itu salah satu cara untuk mendewasakan diri dan sebagai pembelajaran untuk dirimu yang lebih baik.

5. Belajar untuk menerima pujian

Pujian itu tidak menyakitkan kok. malah untuk beberapa kasus, pujian ini jadi salah satu cara untuk memotivasi seseorang menjadi lebih baik lho. Just thinking that you deserves all the good compliments in the world. Mulailah untuk memuji dirimu sendiri, you did great this far!

7. Bentuk circle pertemanan yang positif

Salah satu peribahasa jawa yang paling aku inget dari zaman SD adalah "ojo cedak kebo gupak" dalam bahasa indonesia diartikan "jangan dekat-dekat dengan kerbau yang kotor." Peribahasa ini memiliki arti janganlah bergaul dengan orang-orang yang kurang baik atau kita bakal terpengaruh sifat kurang baiknya. Emang jatuhnya jadi terlihat pilih-pilih teman, but heyy kita berhak untuk bergaul dengan siapapun asal itu membuat kita nyaman kan. Saranku, jika memang circle mu sekarang tidak memberikan dampak positif dalam mencapai tujuan hidupmu sebaiknya mulai keluar dan cari yang lebih baik lagi. Cut-off culture itu kadang sangat berguna untuk membatasi orang orang toxic di hidup kita.

5. Minta bantuan pada orang yang kamu percaya

well, ini saran yang paling afdal jika memang you can't control what's inside you anymore. Bisa kok berbagi keresahanmu sama orang lain seperti sahabat atau dari keluarga. Harapannya mereka bakal ngasih solusi yang menurut mereka baik untukmu. Coba dengan pertanyaan sederhana semacam "menurutmu aku ini gimana sih?" Jika memang kamu kurang puas dengan solusi mereka bisa lho nyoba buat cari professional help dengan cara pergi ke psikolog/psikiater pilihanmu.

Itulah beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk memperbaiki tingkat self-esteemmu. Emang tidak mudah buat membiasakan itu tapi yang penting kan kemauan kita sendiri untuk berubah apa engga. Buat kamu yang memang sudah di tahap bisa mengontrol self-esteem mu, salut banget sih. Aku masih struggle dan yaa pelan-pelan untuk membiasakannya. 

Mempertahankan self esteem yang sehat itu juga bisa jadi moodbooster juga buat aku sih. Efeknya emang luar biasa. Keterampilan ku buat "tutup kuping" dan motivasi untuk maju nya jadi nambah banget. Pun kadang aku jadi ngerasa jadi orang paling produktif sedunia. Lebay ga sih?

Eh tapi gaes, ternyata memiliki self-esteem yang berlebihan juga ga baik tau. Bahkan beberapa artikel menyebut kalo kelebihan self esteem bisa menyebabkan suatu gangguan kepribadian semacam narcissism dan megalomania. Kedua kepribadian ini percaya bahwa dirinya yang paling baik diantara yang lain dan tidak ada yang menandinginya. Sebaliknya, memiliki self esteem yang rendah juga berakibat fatal pada kondisi pribadi kita yang bahkan dapat menyebabkan depresi dan kecemasan yang berlebih. Jadi yaa, yang sedang sedang saja ya gaess....

References:

Psychology Today. Self-Esteem

Rahmah, Linta Atina (2022). Sudah Sehatkah Self-Esteem mu?

Alodokter (2020). Pentingnya Memiliki Self-Esteem yang Sehat.

Min, Super (2023). Superyou.

Adinda, R (2022). Self Esteem: Arti, Faktor, dan Cara Meningkatkan Self Esteem.

Cherry, Kendra (2022). What Is Self-Esteem?

Hafizha, Maura Rosita (2023). Self-Esteem Adalah: Pengertian, Jenis, Faktor, dan Cara Meningkatkannya

Binus (2022). Self-Worth vs Self-Esteem vs Self-Confidence, Apa Perbedaannya?

Hibbert, Christina. “IF SELF-ESTEEM IS A MYTH, THEN WHAT IS THE TRUTH?”: UNDERSTANDING SELF-WORTH

Ackerman, Courtney E. (2018). What is Self-Worth & How Do We Build it?





Comments

Popular posts from this blog

Opinion Sharing: "Jangan Panggil Mbak!"

MERDEKA ATAS DIRI SENDIRI

bagaimana rasanya ditaksir oleh seseorang?